Puisi: Mestinya Dia Sudah Setinggi Langit



Banyak yang salah dengan diri ini

Jika tidak, pasti sudah berdiri setinggi langit.

Menoleh kebelakang, mencari tahu apa yang sebenarnya telah terlewati.

Harusnya lekas berbenah diri dan menjadi diri yang baru

Sadar terasa hingga ke hati yang paling dalam

Namun, masih saja sama tanpa ada perbedaan.

Dimalam yang penuh kebencian daku bertengkar dengan sesuatu yang tak dapat dimengerti

Marah, benci, muak, namun tidak ada yang mampu memberikan perbedaan.

Merasakan hal yang paling salah disetiap kesunyian malam

Membodohi diri untuk tetap bernafas dialam yang penuh duri tajam

Harusnya semua ini menjadi pelajaran demi hari yang bertabur bintang

Namun, masih saja ada yang salah dengan diri ini.

Untuk apa berbicara tanpa bisa memaknahi keberadaan diri

Untuk apa menguras tenaga hanya demi sesuatu yang tak berarti

Untuk apa berlarian kesana-kemari, hanya mencari kepenatan yang panjang.

Masih ku bernafas, meski dengan segudang amarah.

Masih ku menyimpan asa meski tak terhitung sudah kebencian dalam diri ini.

Sebuah puisi singkat untuk jiwa yang penuh salah
loading...

0 Response to "Puisi: Mestinya Dia Sudah Setinggi Langit"

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan Komentar yang relevan. Masukkan link pada kolom URL. Baca Comment Policy agar komentar Anda diterbitkan.